Meskipun Diguyur Hujan, Pembukaan Kongres AMRI IV Tetap Semarak

05/01/2020

Suatu kebanggan bagi Indramayu khususnya Pengurus Daerah Angkatan Muda Rifaiyah (PD AMRI) yang telah dipercaya atau diberi amanah untuk menjadi tuan rumah Kongres ke IV AMRI. Tentunya ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi perjalanan sejarah AMRI dan Kabupaten Indramayu, dimana acara pembukaan Kongres IV AMRI tersebut dilaksanakan dengan semarak di Pendopo Kabupaten Indramayu. 

Sedianya acara pembukaan akan dimulai pada pukul 09.00 WIB, akan tetapi karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat acara pembukaan Kongres IV AMRI dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Meskipun turun hujan sepanjang acara, hal ini tidak menghalangi antusiasme panitia, delegasi peserta kongres dan rombongan penggembira baik dari berbagai wilayah di Indonesia maupun jamaah Rifaiyah diwilayah Indramayu.

Pada upacara pembukaan Kongres IV AMRI tersebut, panitia hanya menyediakn tempat duduk sekitar 1000 kursi. Akan tetapi antusiasme warga Rifaiiyah membuat acara tersebut tumpah ruah dimana banyak hadirin duduk lesehan di gedung sekretariat daerah Indramayu dan ada juga yang lebih memilih memantau kegiatan pembukaan Kongres daru masjid Agung yang memiliki serambi yang sangat luas karena memang jaraknya tidak jauh dari arena pembukaan Kongres. 

AMRI sendiri meripakan badan otonom kepemudaan yang bernaung di bawah organisasi Rifaiyah. Dalam acara tersebut juga turut di hadiri Ketua Pengurus Pusat Rifaiyah KH. Mukhlisin Muzar, Wakil Ketua MPR RI Asrul Sani, Anggota DPRD Provinsi Jawab Barat Hilal Hilmawan, Plt Bupati Indramayu H. Taufik Hidayat, Ketua DPRD Indramayu H. Saefudin, Ketua KNPI Indramayu Yoga Rahadiansyah, Dandim Indramayu, Wakapolres Indramayu, Para Ulama dan Tokoh Rifaiyah lainnya. 

Ketua DPRD Indramayu H. Saefudin yang juga merupakan pembina PD AMRI Indramayu, dalam sambutanya menyampaikan kebanggan tersendiri atas kerja keras panitia yang telah berusaha mensukseskan acara Kongres IV AMRI di Indramayu. Belia juga menjain kondusifitas kegiatan Kongres yang mulai terhitung sejak tanggal 4-6 Januari 2020.

Sementara itu Plt Bupati Indramayu H. Taufik Hidayat menyambut dengan gembira acara Kongres IV AMRI di Indramayu. Dalam kesemptan sambutan H. Taufik Hidayat memaparkan program kerja pemerintah Indramayu di bidang keagamaan seperti misalnya program wajib mengaji 15 menit sebelum mulai bekerja, program rumah tahfidz satu desa satu tahfidz, program maghrib mengaji, dan juga program wajib memiliki ijazah DTA bagi siswa yang ingin masuk SMP.

Selain itu juga beliu menyinggung mengenai zonasi kawasan Industri di Indramayu. Dimana akan ada 5 titik kawasan Industri baru. Tentunya akan menyerap banyak tenaga kerja. Untuk itu bupati meminta agar AMRI ambil bagian dengan menyiapkan SDM yang unggul agar mampu bersaing dan mengambil peranan penting. Program-program dan rencana visi Indrmayu Remaja tersebut disambut baik oleh Asrul Sani Wakil Ketua MPR RI yang mana beliau akan membantu dan memberikan perhatian pada Kabupaten Indramayu.

Ketua PP Amri Abdul Qoyum dan Ketua PP Rifaiyah KH. Mukhlisin Muzari banyak menyinggung mengenai kondisi internal AMRI dan Rifaiyah. Bahkan Ketua PP Rifaiyah banyak menyinggung mengenai sosok KH. Ahmad Rifaii yang melawan penjajah dan di asingkan hingga meninggal. Akan tetapi karya-karyanya yang ditulis tangan menggunakan bahsa Jawa terus disebarkan oleh santri-santrinya. Dimana salah satu santrinya adalah orang Indramayu yang turut mendirikan pesantren dan menyebarkan ajaran KH. Ahmad Rifai.

Santri KH. Ahmad Rifai tersebut adalah Mbah Idris atau Kiyai Idris yang kini dimakamkan di Desa Sukalila Kecamatan Kertasmaya. Dari situlah kemudian ajaran KH. Ahmad Rifai menyebar di jawabaran seperti Cirebon, Subang, Karawang, Bogor, Bekasi, dan yang paling luas penyebarannya di Indramayu