Hari Pertama PSBB, Perdata Indramayu Bagi-bagi Masker Gratis

06/05/2020

Mulai hari ini 6/5/2020 Kabupaten Indramayu bersama Kabupaten/Kota lainnya se Jawa Barat telah resmi memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Bersekal Besar (PSBB). Hal ini juga sesuai dengan peraturan Menteri Kesehatan dan juga Peraturan Bupati Indramayu nomor 29 tahun 2020.

PSBB ini berlaku mulai tanggal 6 Mei hingga 19 Mei 2020. Ada beberapa hal yang di batasi seperti misalnya pembatasan pergerakan orang dan barang, pembatasan kegiatan sosial budaya, pembatasan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat dan fasilitas umum, pembatasan aktivitas bekerja, dan juga pembatasan pembelajaran di seolah atau instansi pendidikan. 

Melihat kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah Indramayu dalam hal penerapan PSBB terutama di desa-desa. Persatuan Pemuda Desa Tanjungkerta (Perdata) Indramayu melakukan gerakan sosial secara sukarela dengan cara membagikan masker secara gratis dan mensosialisasikan manfaat penggunaan masker kepada para pengguna jalan.

Aksi sosial ini dilakukan di dua titik strstegis yaitu di pertigaan Desa Temiyangsari yang berbatasan langsung dengan Desa Tanjungkerta arah Tol Cipali via Sanca Gantar dan juga pertigaan Bangong yang mana lokasi ini di anggap strategis karena pergerkan orang juga sangat banyak di jalur ini.

Saat di konfirmasi, Koordinator aksi Asepudin menyebut jika kegitan ini sebagai upaya pemuda di desanya yang ingin berpartispiasi aktif dan menjadi bagian sejarah dalam upaya pencegahan Covid-19 atau virus Corona yang sekarang ini sudah menyebar di Indramayu. 

Lebih lanjut Asep juga menjelaskan jika hadirnya Perdata dalam upaya pencegahan Covid-19 ini untuk mengisi kekosongan gereakan pemuda yang kini semakin pragmatis. Harapanya pemuda di desa dan umumnya di Indramayu bisa terinspirasi gerakan kecil yang perdata lakukan hari ini.

Sampai berita ini diturunkan di Indramayu sudah ada 6 pasien terkonfirmasi Covid-19. Dua orang meninggal dunia, satu orang sembuh, dan 3 orang lainnya masih dalam perawatan. Sekarang ini juga pemerintah Indramayu telah membuka 13 chek point di wilayah perbatasan untuk menutup ruang gerak para pndatang.